ASAM JAWA

Standar
ASAM JAWA

Asam Jawa

Di Indonesia pohon asam sudah lama dikenal oleh masyarakat. Di Jawa, pohon asam umumnya ditanam sebagai pohon peneduh jalan. Tanaman asam termasuk jenis tanaman tropis yang buahnya terasa sangat asam. Buah asam yang setengah masak biasa digunakan sebagai penyedap sayur asem, sedangkan buah asam yang tua sering dibuat manisan, minuman segar, campuran jamu, atau dibuat sirup (Haryoto, 1998)

Taksonomi dan tatanama :

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliophyta

Ordo : Fabales

Familia: Caesalpiniaceae

Genus : Tamarindus

Spesies : Tamarindus indica

A. DAUN (FOLIUM)

Daun pada tanaman Tamarindus indica ini termasuk ke dalam daun majemuk, yang lebih spesifik lagi merupakan daun majemuk menyirip genap karena saling berhadapan.. Duduk daun bergantian, daun majemuk dengan 8 – 18 pasang anak daun, panjang anak daun 1 – 3,5 cm.

Dalam tanaman T. indica ini termasuk ke dalam daun bertangkai yang memiliki bagian tangkai dan helaian daun saja, yaitu :

1.      Tangkai daun (petioulus)

Tangkai daun T. indica memiliki penampang melintang yang bulat dan kecil. Tangkainya juga memiliki panjang ± 0,2 cm dan berwarna hijau.

2.      Helaian daun (lamina)

M Bangun Daun (Circumscriptio)

Memiliki bagian daun terlebar di tengah-tengah helaian daun, yaitu bangun memanjang (oblongus), yaitu perbandingan panjang dan lebar daunnya 2,5-3:1. Dimana T. indica memiliki panjang daun sampai 15 cm, lebarnya 0,5-1 cm.

Ujung Daun (Apex Folii)      Memiliki ujung daun yang tumpul atau obtusus.

Pangkal Daun (Basis Folii)Termasuk ke dalam jenis pangkal daun membulat atau rotundatus.

Susunan tulang-tulang daun (Nervatio atau Vernatio) Memiliki susunan pertulangan daun yang meyirip (penninervis), jadi biasanya disebut daun majemuk menyirip.

Tepi Daun (Margo Folii)     Termasuk ke dalam tepi daun yang rata (integer).

Daging Daun (Intervenium)       Memiliki daging daun yang tipis lunak.

Warna Daun : Hijau

Permukaan Daun : Halus

B. BATANG (CAULIS)

Tamarindus indica merupakan tanaman yang berbatang jelas, dengan batang yang biasanya keras dan kuat yang disebut dengan batang berkayu (lignosus). Bentuk batang bulat (teres), dengan pohon yang selalu tegak (fastigiatus) karena jika sudut antara batang dan cabang amat kecil, sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja sedikit serong ke atas, tetapi selanjutnya hampir sejajar dengan batang pokoknya, dan pada permukaan banyak memperlihatkan adanya lentisel.

Pohonnya selalu hijau, tinggi sampai 30 m dengan lebat dan menyebar, serta memiliki cabang  yang pendek (virgula atau virgula sucrescens). Serta termasuk kedalam percabangan simpodial yaitu batang pokok sukar dibedakan karena perkembangan selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibanding dengan cabangnya, serta memiliki warna coklat muda.

C. AKAR (RADIX)

Akar dari tanaman Tamarindus indica ini termasuk ke dalam golongan akar tunggang (radix primaria) yang menembus ke dalam tanah. Biasanya pada akar terdapat bagian-bagian seperti : leher akar (collum), ujung akar (apex radicis), batang akar (corpus rasicis), cabang-cabang akar (radix lateralis), serabut akar (fibrilla radicalis), rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis), dan tudung akar (calyptra).

 

D. BUNGA (FLOS)

tangkai bunga (pedicellus)

dasar bunga (receptacullum)

putik (pistillum)

benang sari (stamen)

mahkota (petala)

Kelopak(sepal)

         Bunga T. indica

Termasuk ke dalam bunga majemuk (Anthotaxis, Inflorescentia) yang terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:

1.  Bagian-bagian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu : ibu tangkai bunga (pendiculus, pendunculus communis atau rachis), tangkai bunga (pedicellus), dan dasar bunga (receptacullum).

2.  Bagian- bagian yang bersifat seperti daun, yaitu : daun-daun kelopak (sepala), daun-daun mahkota (petala), benang sari (stamen), dan daun-daun buah (carpella) penyusun putik (pistillum).

Bunga termasuk bunga lengkap karena memiliki daun kelopak, daun mahkota, benang sari dan putik sebagai alat kelamin, dengan demikian juga disebut sebagai bunga hermaphrodite karena memiliki 2 alat kelamin bunga yaitu benang sari sebagai alat kelamin jantan dan putik sebagai alat kelamin betina. Bunga T. indica ini berukuran kecil. Selain itu bersimetri banyak (polysimetris), memiliki kelopak yang termasuk ke dalam polysepalus atau antara kelopak yang satu dengan yang lainnya saling lepas.

Pada mahkotanya saling lepas atau disebut polypetalus dengan warna kekuning-kuningan  dan coretan merah muda, berjumlah 5 – 10 dalam tangkai sepanjang 3 – 5 cm dengan umumnya bermahkota kecil. Benang sarinya duduk di atas kelopak yang dinamakan Calyciflorae. Putiknya termasuk putik tunggal (simplex).

E. BUAH (FRUCTUS)

Termasuk ke dalam buah sejati tunggal (buah sungguh) dan kering. Dimana mengandung banyak atau lebih dari satu biji dan jika masak dapat pecah menjadi beberapa bagian buah (mericarpia). Lebih spesifik lagi T. indica termasuk buah kotak yang digolongkan ke buah polong (legumen), yang mempunyai daging dan jika masak juga tidak pecah.

Buahnya yang berbentuk seperti polong itu tidak merekah dan ketika kering akan rapuh, panjangnya mencapai 5 – 15 cm dengan tebal 2,5 cm, agak melengkung dan membungkus biji. Kulit cangkang luar lunak dan daging buahnya asam. Daging buahnya asam sedap dan kulit buahnya coklat. Terdapat 1 – 10 biji setiap polong, dibungkus oleh daging buah yang lengket.

Waktu muda daging buahnya berwarna putih kehijauan dan sesudah tua menjadi coklat. Daging buah tersebut biasa dipakai untuk mengasamkan makanan, dibuat sirup, bahkan bisa dipakai untuk membersihkan barang-barang logam yang warnanya berubah kehitaman. Daging buah yang sudah tua kadang-kadang diolah (ditanak) agar tahan lama. Karena warnanya menjadi kehitam- hitaman, maka disebut asam kawak.

F. BIJI (SEMEN)

Dalam satu kilogram terdapat 1.800 – 2.600 benih. Dimana memiliki panjang sampai 18 mm, bentuk tidak teratur, warna : kemerah-merahan, coklat tua atau hitam mengkilat.

Ada 3 bagian utama biji :

  1. Kulit biji (spermodermis)

Memiliki kulit luar (testa) keras yang halus sedangkan lapisan tengah (sclerotesta) yang kuat dan keras, serta lapisan kulit dalam (endotesta) yang biasanya tipis seperti selaput, yang juga disebut sebagai kulit ari.

  1. Tali Pusar (funiculus)

Jika masak biasanya biji terlepas dari tangkai biji atau tali pusarnya dan biasanya tampak bekas yang dikenal pusar biji.

  1. Inti biji (nucleus seminis)

Terdiri dari lembaga (embryo) sebagai calon individu baru dan putih lembaga (albumen) berupa jaringan cadangan makanan untuk permulaan pertumbuhan kecambah sebelum dapat mencari makanan sendiri.

   Kecambah (Plantula)

Merupakan tumbuhan yang masih kecil dan belum lama muncul dari biji, dan masih menggunakan cadangan makanan yang berasal dari biji. Tanaman T. indica ini memiliki perkecambahan di atas tanah (epigaeis) yaitu jika pada perkecambahan karena pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga, daun lembaganya lalu terangkat ke atas dan muncul di atas tanah. Dimana kecambah pada T. indica berwarna hijau.

Deskripsi Anatomi :

A. DAUN (FOLIUM)

Struktur anatomi pada daun Tamarindus indica ini terdiri dari 4 lapisan besar yang menyusunnya, yaitu :

–       Lapisan epidermis atas

Dalam lapisan ini banyak terdapat derivatnya seperti stomata untuk pertukaran gas pada daun serta variasi sel, biasanya terdapat selapis lapisan kutikula yang melapisinya. Biasanya jaringan ini disebut pula dengan jaringan pelindung karena berada paling atas dan luar dari daun.

–       Lapisan mesofil

Biasanya terdapat  jaringan parenkim yang berfungsi sebagai penyusun utama tubuh tumbuhan, memiliki ciri-ciri : parenkimatis, isodermis, banyak terdapat ruang antar sel dan umumnya tidak terdeferensiasi. Fungsi dari jaringan ini adalah sebagai tempat proses fisiologis utama (fotosintesis, respirasi, sekresi,dll), juga sebagai penimbunan dan penyimpanan kandungan seperti lendir atau air.

Pada T. indica ini terdapat jaringan dasar yaitu : parenkim palisade dan parenkim spons atau bunga karang. Juga terdapat banyak benda ergastik seperti: minyak atsiri atau minyak lemak. Tetapi yang khusus pada tanaman T. indica ini adalah pada daunnya mengandung flavonoid yang sebagai metabolit sekunder yang berkhasiat untuk anti radang.

–       Lapisan pengangkut

Tanaman ini memiliki berkas pengangkut yaitu xilem dan floem. Dimana berkas pengangkut yang tersusun masih mengikuti berkas pengangkut pada batang yaitu kolateral terbuka atau tipe stelenya adalah eustele dimana banyak berkas pengangkut dan tersusun melingkar.

–       Lapisan epidermis bawah

Biasanya terdapat jenis stomata yaitu hipostomata dan juga kadang terdapat pori-pori daun serta selapis sel kutikula.

B. BATANG (CAULIS)

Terdapat 4 lapisan yang menyusunnya :

–        Epidermis

Dimana jika sudah tua akan digantikan oleh jaringan gabus atau peridermis.

–        Korteks

Lapisan ini merupakan lapisan pembatas antara lapisan epidermis dan stele atau berkas pengangkut. Lapisan ini mengandung jaringan parenkim yang banyak ditemukan variasi selnya baik sebagai parenkim penimbun, sel batu ataupun parenkim kelenjar. Di daerah ini juga banyak terdapat benda-benda ergastik seperti minyak atau lendir.

–        Stele

Terdiri dari berkas pengangkut yaitu xilem dan floem. Xilem pada tanaman ini tersusun dari trakea, trakeida, serabut xilem dan parenkim kayu. Sedangkan floem tersusun dari unsur-unsur sel tapis, sel pengiring, parenkim floem dan serabut sklerenkim. Dimana berkas pengangkut tersebut dikelilingi oleh jaringan parenkim dengan lapisan kambiun diantaranya atau eustele. Pada tanaman ini termasuk tanaman berkayu yaitu jaringan korteks dan floem mudah untuk dipisahkan dari kayu batang sebagai kulit batang. Bagian kayu biasanya terdiri dari jaringan xilem dan empulur batang. Kayu Tamarindus indica keras, berwarna kuning keputihan. Parenkim bersayap dan lingkaran tumbuh dibentuk oleh parenkim pita konsentris dan adanya lapisan yang tidak berpembuluh.

–        Empulur dan jari-jari empulur

Termasuk ke dalam bagian kayu batang yang biasanya terdapat di bagian tengah dari batang.

C. AKAR (RADIX)

Terdapat 3 lapisan penyusun utamanya, yaitu:

–           Epidermis

Biasanya ditemukan derivatnya yaitu: rambut akar yang berfungsi untuk membantu tanaman mencari air dan mineral. Selain itu jika sudah tua akan digantikan oleh peridermis berupa jaringan gabus. Kadang juga berupa hipodermis sebagai derivatnya.

–           Korteks

Terdapat beberapa bagian yaitu eksodermis sebagai batas luar, parenkim korteks sebagai jaringan penguat dan endodermis sebagai batas terdalam. Endodermis merupakan selapis sel dengan penebalan pita Caspary yang di dalamnya terdapat sel-sel peresap.

–           Stele

Terdapat selapis sel parenkimatis yaitu perisikel dan berkas pengangkut. Pada tanaman T. indica ini jaringan xilem berkembang hingga ke tengah pusat lingkaran akar, sehingga sudah terdapat empulur di bagian tengah pusat lingkaran akar.

D. BUNGA (FLOS)

Terdapat 4 organ utama, yaitu :

–           Kelopak (sepala)

Terdiri atas epidermis atas, lapisan mesofil yang mengandung kolenkim, berkas pengangkut yaitu xilem dan floem, serta epidermis bawah.

–           Mahkota (petala)

Terdiri atas epidermis atas, lapisan mesofil, berkas pengangkut, dan epidermis bawah. Lapisan epidermis banyak terjadi pigmentasi. Pada lapisan mesofil banyak terdapat sel-sel minyak eteris yang disebut pula dengan osmofor. Berkas-berkas pengangkut ini tersusun pada bagian dasar bunga dan menyerupai susunan berkas pengangkut pada batang.

–           Benang sari (stamen)

Terdapat lapisan epidermis, jaringan parenkim, dan berkas pengangkut yang juga terdapat serbuk sari.

–           Putik (pistillum)

Terdapat lapisan epidermis, jaringan parenkim, berkas pengangkut serta ovulum.

E. BUAH (FRUCTUS)

Terdiri dari 3 bagian utama yang menyusunnya, yaitu :

–           Kulit buah

Biasanya disebut pula dengan perikarpium. Kulit cangkang luar dari buah Tamarindus indica ini lunak dimana tersusun dari epikarpium, mesokarpium dan endokarpium. Epikarpium merupakan epidermis daun buah yang kadang mengalami penebalan dan terjadi sedikit perubahan bentuk sel. Mesokarpium merupakan modifikasi dari mesofil bunga karang dimana pada T. indica, daging buahnya mengandung bermacam-macam asam (seperti: asam tatrat, asam malat, asam sitrat, asam suksinat, asam asetat) sebagai modifikasi parenkim mesokarpium yang disebut pula dengan benda ergastik.

–           Septum

Merupakan perpanjangan dari daun buah atau carpella.

–           Ovarium

Merupakan bakal buah yang mengandung bakal biji atau ovulum di dalamnya.

F. BIJI (SEMEN)

Terdapat 3 bagian utama, yaitu :

–           Kulit biji (spermodermis)

Merupakan lapisan terluar dari sebuah biji, berfungsi untuk melindungi biji dari lingkungan luar.

–           Endosperm

Merupakan sebuah jaringan nutritive triploid yang berkembang dalam kantung embrio atau ovule, mungkin diserap sebelum biji tersebut matang.

–           Embrio

Sebuah tanaman muda yang terbentuk di dalamnya sebelum perkecambahan.

Deskripsi Fisiologi :

Tanaman T. indica merupakan tanaman yang mengalami proses fisiologi seperti proses fotosintesis dan respirasi seperti tanaman hijau pada umumnya. Jika dilihat dari proses adaptasinya tanaman T. indica ini merupakan tanaman dikotil yang tergolong tanaman C3 yang melakukan fotosintesis yaitu terjadi di nagian mesofil daun.

Siklus Calvin pada siang hari CO2 dengan bantuan oleh enzim karboksilase RuBP (rubisko) difiksasi ke gula berkarbon lima, yaitu ribulosa bifosfat (RuBP), pada akhirnya molekul berkarbon enam yang terbentuk tidak stabil dan tidak berenergi tinggi. Dua molekul PGA mengandung energi yang lebih kecil dibandingkan satu molekul RuBP, sehingga fiksasi CO2 berlangsung spontan dan tidak memerlukan energi dari reaksi terang (fotosintesis). Digunakan energi dan elektron dari ATP maupun NADPH hasil reaksi terang untuk mensintesis molekul berenergi tinggi yaitu untuk mereduksi tiap PGA menjadi fosfogliseraldehida (PGAL).

Kemudian molekul PGA segera terpisah menjadi dua molekul fosfogliserat PGA dan menjadi senyawa G3P. Kemudian menghasilkan gula, amilum, atau selulosa yang akhirnya disalurkan ke seluruh tubuh tumbuhan melalui jaringan pengangkut tanaman yaitu jaringan floem. Satu siklus Calvin telah lengkap bila pembentukan glukosa disertai dengan regenerasi RuBP dan kemudian siklus ini akan berlangsung kembali lagi seperti proses di atas.

Hal ini ditujukan untuk pemenuhan nutrisi serta kelebihannya disimpan oleh tanaman sebagai pati, yang juga digunakan kembali untuk proses respirasi tumbuhan. Jadi dapat dikatakan bahwa proses respirasi merupakan proses fosiologi tanaman yang memecah molekul gula menjadi molekul-molekul organik seperti CO2 dan H2O. Dapat disimpulkan bahwa respirasi kebalikan dari proses fotosintesis.

Kandungan & Manfaat:

Daging buahnya mengandung bermacam-macam asam (seperti: asam tatrat, asam malat, asam sitrat, asam suksinat, asam asetat) yang memudahkan buang air besar, melancarkan peredaran darah dan mendinginkan. Daunnya berkhasiat memperlancar buang air besar dan menghilangkan rasa sakit. Karena mengandung flavonoid, juga bersifat anti radang. la juga membantu pengeluaran keringat.

Kegunaan: :
Daging buah asam biasanya dibuat agar-agar, sirup atau manisan. Inti kayu berat dibuat menjadi kayu halus dan dijadikan bahan pahatan. Benih dibakar atau digoreng sehingga dapat dimakan. Buahnya dipakai sebagai obat dan sekarang sudah termasuk dalam hampir semua daftar farmakope. Asem Jawa merupakan tanaman obat-obatan yang digunakan kurang lebih di 23 negara. Daging buah rasanya segar dan merupakan obat pencahar ringan. Buah tua (asem kawak) berguna sebagai obat karena mengandung minyak yang tidak termasuk minyak terbang (madu asem). Asem kawak bila dicampur air biasanya digunakan sebagai obat gugur. Bagian lain tumbuhan ini juga digunakan sebagat obat. Daging buah mengandung persentasi tinggi dalam asam tartar yang merupakan bahan utama untuk Fruit Salts, buatan Inggris. Daun muda berguna sebagai obat luar untuk borok, encok, bisul, ekaema. Sifat yang membentuk agar-agar asam-gula bersumber dari karbohidrat yang terdiri dari xylose, sakar anggur dan lain-lain.

Kegunaan Lain :
1. Bisul
2. Jerawat
3. Gatal berupa titik-titik merah bergelembung air
4. Gatal pada bekas luka yang sudah kering
5. Nyeri haid pada gadis remaja
Catatan: Ramuan asam kawak jangan diminum oleh wanita hamil.
6. Haid bau anyir
7. Batuk kering
8. Sariawan
9. Keputihan
10. Campak
11. Borok (luka berair dan bernanah, gatal, dan pedih)

 Daftar Pustaka:

http://www.inm.u-toyama.ac.jp/jp/nennpo/07nennpo/07review_article.pdf

http://ms.wikipedia.org/wiki/Pokok_Asam_Jawa. Diakses tanggal14 Oktober 2011

Diperoleh dari: Plant Resources of South-East Asia. No. 2.

 

Dalla Rosa KR, 1993. Tamarindus indica – a widely adapted, multipurpose fruit tree. Agroforestry for the Pacific Technologies no 2. NFTA.

Von Maydell H.J. , 1986. Eschborn.Trees And Shrubs Of The Sahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s